Hutapea, Brian Rifaldo Hutapea (2025) KEDUDUKAN DAN PERTANGGUNG JAWABAN HUKUM DALAM PENGGUNAAN KECERDASAAN BUATAN (ARTIFICAL INTELIGENCE) DALAM PEMBUATAN KARYA ILMIAH PADA PERGURUAN TINGGI DI. S2 thesis, UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA.
|
Text (HalJudulDaftarIsiDaftarGambarDaftarTabelDaftarLampiranAbstrak)
HalJudulDaftarIsiDaftarGambarDaftarTabelDaftarLampiranAbstrak.pdf Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (2MB) |
|
|
Text (BAB_I)
BABI.pdf Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (2MB) |
|
|
Text (BAB_II)
BABII.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (2MB) |
|
|
Text (BAB_III)
BABIII.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (2MB) |
|
|
Text (BAB_IV)
BABIV.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (2MB) |
|
|
Text (BAB_V)
BABV.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (2MB) |
|
|
Text (Daftar_Pustaka)
DaftarPustaka.pdf Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (2MB) |
Abstract
Produk Artificial Intelligence secara umum tidak pernah menghasilkan sumber refrensi tulisan yang dicantumkan dalam responnya ataupun sumber refrensi yang dicantumkan bersifat abstrak (tanpa pengarang yang jelas). Sehingga sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2021 tentang Integritas Akademik Dalam Hasil Karya Ilmiah. Maka yang menjadi pertanyaannya adalah, apakah penggunaan produk AI dalam penulisan suatu karya ilmiah dapat dikatakan sebagai jiplakan atau plagiarism dikarenakan sumber yang tidak aktual dan bersifat abstrak. Permasalahan pertama meliputi (1) Pengaturan terkait kedudukan hukum penggunaan kecerdasan buatan Artificial Intelligence dalam karya ilimiah di perguruan tinggi di Indonesia, (2) Pertanggungjawaban hukum dengan bantuan Artificial Intelligence di perguruan tinggi di Indonesia. Teori yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu: teori kepastian hukum, Teori pertanggungjawaban hukum. Metode yang digunakan dalam peneltian ini adalah pendekatan perbandingan (comparative approach) dan menggunakan undang-undang dan regulasi untuk mendapatkan data yang diperlukan sehubungan dengan permasalahan. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder sebagai bahan pendukung dan penjelasan. Sedangkan untuk analisis data menggunakan metode analis normative. Hasil penelitian didapatkan bahwa pengaturan hukum tentang penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence) dalam karya ilmiah di perguruan tinggi di Indonesia, secara umumnya masih tunduk dengan aturan lama, yaitu melalui UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, khususnya pada Pasal 70 yang pada intinya menyatakan bahwa apabila lulusan yang karya ilmiah yang digunakan untuk mendapatkan gelar akademik, profesi dan vokasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (2), apabila terbukti merupakan jiplakan maka dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan denda paling banyak Rp. 200.000.000 (dua ratus juta rupiah). Sebagaimana pula pada Pasal 25 ayat (2) menyatakan lulusan perguruan tinggi yang karya ilmiahnya terbukti merupakan jiplakkan maka gelarnya akan dicabut. Kemudian melalui aturan turunannya yaitu Permendikbud No. 39 Tahun 2021 tentang Integritas Akademik dalam hasil karya ilmiah, khususnya pada Pasal 9 menyebutkan pelanggaran integritas akademik atas karya ilmiah terdiri dari: fabrikasi, falsifikasi, plagiat, kepengarangan yang tidak sah dan pengajuan jamak."/"Artificial Intelligence products generally never produce written reference sources listed in their responses or reference sources listed are abstract (without a clear author). So that in accordance with the provisions of the Regulation of the Minister of Education, Culture, Research, and Technology of the Republic of Indonesia Number 39 of 2021 concerning Academic Integrity in Scientific Work Results. So the question is, can the use of Artificial Intelligence products in writing a scientific work be said to be plagiarism because the source is not actual and abstract. The first problem includes (1) Regulations related to the legal status of the use of Artificial Intelligence in scientific work at universities in Indonesia, (2) Legal accountability with the help of Artificial Intelligence at universities in Indonesia. The theories used in this study are: the theory of legal certainty, the theory of legal accountability. The method used in this study is a comparative approach and uses laws and regulations to obtain the necessary data related to the problem. The data used are primary data and secondary data as supporting materials and explanations. While for data analysis using the normative analysis method. The results of the study showed that the legal regulations regarding the use of artificial intelligence in scientific work in universities in Indonesia are generally still subject to the old rules, namely through Law No. 20 of 2003 concerning the National Education System, specifically in Article 70 which essentially states that if graduates whose scientific work is used to obtain academic, professional and vocational degrees as referred to in Article 25 paragraph (2), if proven to be plagiarized, they shall be subject to a maximum imprisonment of 2 (two) years and a maximum fine of IDR 200,000,000 (two hundred million rupiah). As well as in Article 25 paragraph (2) which states that graduates of higher education whose scientific work is proven to be plagiarized will have their degrees revoked. Then through its derivative regulations, namely Permendikbud No. 39 of 2021 concerning Academic Integrity in scientific work results, specifically in Article 9, it states that violations of academic integrity in scientific work consist of: fabrication, falsification, plagiarism, unauthorized authorship and multiple submissions.
| Item Type: | Thesis (S2) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | LAW | ||||||||||||
| Divisions: | PROGRAM PASCASARJANA > Magister Ilmu Hukum | ||||||||||||
| Depositing User: | Mr Brian Rifaldo Hutapea | ||||||||||||
| Date Deposited: | 24 Feb 2026 04:19 | ||||||||||||
| Last Modified: | 24 Feb 2026 04:19 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uki.ac.id/id/eprint/21660 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
