Pneumotoraks Pada Bayi yang Terinfeksi HIV

Simatupang, Grace and Simatupang, Abraham and Simanjuntak, Leopold and Eka, Ida Bagus (2007) Pneumotoraks Pada Bayi yang Terinfeksi HIV. Majalah Kedokteran FK UKI, 24 (2). pp. 44-49. ISSN 0216 4752

[img]
Preview
Text
Pneumothorax_in_infant_with_HIV_-_Pneumo.pdf

Download (6MB) | Preview
[img]
Preview
Text (Reviewer)
Pneumotoraks pada Bayi yang Terinfeksi HIV.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text (Hasil Cek Turnitin)
Pneumotoraks pada Bayi yang Terinfeksi HIV.pdf

Download (3MB) | Preview

Abstract

Departemen Kesehatan memperkirakan bahwa setiap hari sepuluh bayi terlahir dengan HIV. Kesehatan bayi tersebut paling rentan pada tahun pertama kehidupannya, dan kemungkinan sepertiganya meninggal dunia sebelum berusia satu tahun, umumnya tanpa didiagnosis HIV. Seorang bayi berusia dua bulan dirujuk ke RSU FK UKI dengan diagnosis dugaan infeksi HIV disertai pneumotoraks dan pneumonia. Pasien tampak sakit berat, sesak, pernafasan cepat dan dalam dan terdapat nafas cuping hidung. Pemasangan water shield drainage (WSD) dilakukan untuk mengatasi pneumotoraks dan didapatkan perbaikan keadaan umum yang ditandai dengan sesak yang berkurang,frekuensi nafas yang reguler dan adekuat, nafas cuping hidung tidak ada. Dari hasil laboratorium didapatkan HIV-1 RNA positif virus terdeteksi 1.15 x 10 kopi/ml, CD4 36 cell/ul (0 %) dengan kesan limfosit T helper tidak terdeteksi. Dari anamnesis yaitu riwayat kelahiran bayi dan ibu merupakan penderita HIV,manifetasi klinis, hasil foto toraks dan hasil laboratorium, pasien didiagnosis menderita HIV-AIDS dengan infeksi oportunistik pneumonia dan pneumotoraks. Untuk mengatasi infeksi oportunistik, diberikan terapi kontrimoksazol 2 x 1/2 cth, metronidazol 185 mg dan meropenem 2x 40 mg. Setelah perawatan selama 20 hari didapatkan perbaikan pasien secara klinis dan pasien diperbolehkan pulang. Namun pasien tidak mendapat terapi antiretroviral (ARV) karena kondisi keluarga yang tidak mendukung. Diagnosis dini, pencegahan infeksi oportunistik dengan kotrimoksazol, dan terapi ARV bila dibutuhkan, memberi harapan anak yang terinfeksi HIV dapat bertahan hidup sampai tua seperti dengan orang dewasa.

Item Type: Article
Subjects: MEDICINE > Pediatrics > Child health. Child health services
Depositing User: Edi Wibowo
Date Deposited: 17 Jan 2019 08:48
Last Modified: 02 Jun 2020 09:12
URI: http://repository.uki.ac.id/id/eprint/571

Actions (login required)

View Item View Item