Analisis Pengaruh Waktu Artificial Age (T6) Terhadap Struktur Kristal, Densitas Dan Kekerasan Paduan Alumunium (6061) Untuk Bahan Sirip Roket

Alfath, Shena and Budiarto, (2020) Analisis Pengaruh Waktu Artificial Age (T6) Terhadap Struktur Kristal, Densitas Dan Kekerasan Paduan Alumunium (6061) Untuk Bahan Sirip Roket. Journal Of Mechanical Engineering, Manufactures, Materials And Energy, 4 (2). pp. 102-133. ISSN 2549 6220

[img] Text
AnalysistheEffectofArtificialAgeTimeonCrystalStructure.pdf

Download (1MB)
Official URL: https://ojs.uma.ac.id/index.php/jmemme/index

Abstract

Analisis perlakuan panas dengan variabel waktu dan suhu terhadap paduan AL6061 yang mempunyai sifat, ringan, mudah dibentuk, tahan karat, serta konduktifitas termal yang baik namun memiliki kelemahan yaitu kekuatannya. Untuk memenuhi syarat paduan Al6061 sebagai bahan fin roket, dapat digunakan metode proses pemanasan T6. Proses T6 dimulai dengan dipanaskan solid solution pada suhu diatas 500 °C ditahan selama 1 jam, kemudian dilakukan pendingan cepat melalui media air (quenching), serta proses penuaan buatan (artificial aging) variasi waktu 45, 90, 180 menit pada suhu 200 °C. Setelah proses pendinginan, spesimen ini kemudian dilakukan proses metalografi (pengamplasan). Uji kekerasan dengan skala Vickers, diperoleh bahwa paduan Al 6061 tanpa perlakuan panas memberikan angka kekerasan sebesar 50,30 HV. Sampel uji Al 6061 yang mengalami perlakuan panas memberikan nilai kekerasan tertinggi sebesar 65,1 HV diperoleh pada kombinasi temperatur aging 200 °C waktu aging 180 menit, terjadi kenaikan nilai kekerasan sebesar 29,4 2%. Pada pengujian struktur kristal dengan menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM), menunjukkan bahwa pada sampel uji AL6061 tanpa perlakuan panas terlihat matriks Al yang dominan, sedangkan pada sampel uji AL6061, setelah melalui proses T6 menghasilkan fasa Mg2Si yang berfungsi mengeraskan paduan. Untuk hasil ukuran kristal, kerapatan dislokasi, dan regangan kisi kristal dengan menggunakan konsep X-Ray Diffraction (XRD), menunjukkan menurunnya ukuran kristal dan kerapatan dislokasi pada 45 menit dan 90 menit, lalu pada 180 menit ukuran kristal dan kerapatan dislokasi mengalami kenaikan. Sedangkan regangan kisi mengalami kenaikan, dan mencapai nilai tertinggi pada 180 menit.Sedangkan densitas dislokasi dan regangan kisi meningkat selama periode waktu pemanasan 1 jam dan 4 jam, lalu pada waktu 20 jam mengalami penurunan densitas dislokasi serta regangan kisi. Kata Kunci: Paduan AL6061, artificial aging, quenching, solution treatment, kekerasan, Vickers, struktur kristal, ukuran kristal, kerapatan dislokasi, regangan kisi

Item Type: Article
Subjects: TECHNOLOGY > Mechanical engineering and machinery
Depositing User: Mr Alexander Jeremia
Date Deposited: 02 Mar 2021 04:40
Last Modified: 02 Mar 2021 04:40
URI: http://repository.uki.ac.id/id/eprint/3701

Actions (login required)

View Item View Item