Filemon, Filemon (2026) Prinsip Komunikasi Dalam Gastronomi Masyarakat Adat: Studi Pada Prosesi Pernikahan Batutuk Dayak Kanayatn. S1 thesis, Universitas Kristen Indonesia.
|
Text (Hal_Judul_Daftar_Isi_Daftar_Gambar_Daftar_Tabel_Daftar_Lampiran_Abstrak)
HalJudulDaftarIsiDaftarGambarDaftarTabelDaftarLampiranAbstrak.pdf Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives. Download (1MB) | Preview |
|
|
Text (BAB_I)
BABI.pdf Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (871kB) | Preview |
|
|
Text (BAB_II)
BABII.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (926kB) |
||
|
Text (BAB_III)
BABIII.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (973kB) |
||
|
Text (BAB_IV)
BABIV.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (347kB) |
||
|
Text (DaftarPustaka)
DaftarPustaka.pdf Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (400kB) | Preview |
|
|
Text (Lampiran)
Lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (1MB) |
Abstract
Tradisi Batutuk merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Dayak Kanayatn yang masih dilestarikan dalam prosesi pernikahan adat. Tradisi ini dilakukan melalui kegiatan memasak bersama sebagai bentuk gotong royong masyarakat dalam mempersiapkan kebutuhan konsumsi selama acara berlangsung. Selain berfungsi untuk memenuhi kebutuhan pangan, Batutuk juga menjadi ruang interaksi sosial yang mempererat hubungan antaranggota masyarakat serta menjadi sarana pelestarian nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna komunikasi yang terkandung dalam tradisi Batutuk sebagai praktik gastronomi masyarakat adat Dayak Kanayatn. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk menggali pengalaman dan pemaknaan masyarakat terhadap tradisi tersebut. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan enam orang Masyarakat asli suku Dayak kanayatn, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Batutuk tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan memasak bersama untuk menyiapkan hidangan pernikahan, tetapi juga sebagai media komunikasi budaya yang mengandung berbagai makna sosial. Makanan, bahan pangan, peralatan memasak, dan aktivitas gotong royong dipahami sebagai simbol penghormatan, kebersamaan, tanggung jawab sosial, dan kepedulian terhadap sesama. Tradisi ini turut memperkuat solidaritas sosial, membangun identitas budaya, serta menjadi sarana pewarisan pengetahuan adat kepada generasi muda. Berdasarkan perspektif Interaksi Simbolik George Herbert Mead, tradisi Batutuk memperlihatkan proses pembentukan makna melalui hubungan antara aspek mind, self, dan society. Dengan demikian, Batutuk berperan penting dalam menjaga keberlanjutan nilai budaya, identitas adat, dan solidaritas sosial masyarakat Dayak Kanayatn di tengah perubahan sosial yang terus berkembang. / Batutuk is a cultural tradition of the Dayak Kanayatn community that continues to be preserved as part of traditional wedding ceremonies. The tradition is carried out through collective cooking activities as a form of mutual cooperation in preparing food for customary events. In addition to fulfilling practical food needs, Batutuk serves as a social space that strengthens relationships among community members and functions as a medium for preserving cultural values passed down through generations. This study aims to explore the communicative meanings embedded in Batutuk as an indigenous gastronomic practice of the Dayak Kanayatn community. This research employed a qualitative approach using phenomenological methods to understand community experiences and interpretations of the tradition. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation and analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña model through data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that Batutuk is not merely a collective cooking activity for wedding preparations but also a form of cultural communication rich in social meaning. Food, ingredients, cooking utensils, and cooperative activities symbolize respect, togetherness, social responsibility, and mutual care. The tradition strengthens social solidarity, reinforces cultural identity, and facilitates the transmission of customary knowledge to younger generations. From the perspective of George Herbert Mead’s Symbolic Interactionism, Batutuk demonstrates how meaning is constructed through the interaction of mind, self, and society. Therefore, Batutuk plays an important role in preserving cultural values, indigenous identity, and social cohesion within the Dayak Kanayatn community amid ongoing social change.
| Item Type: | Thesis (S1) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | SOCIAL SCIENCES SOCIAL SCIENCES > Sociology > Culture SOCIAL SCIENCES > Social history and conditions. Social problems |
||||||||
| Divisions: | FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK > Ilmu Komunikasi | ||||||||
| Depositing User: | Mr Filemon Filemon | ||||||||
| Date Deposited: | 27 Aug 2026 02:39 | ||||||||
| Last Modified: | 27 Aug 2026 02:39 | ||||||||
| URI: | http://repository.uki.ac.id/id/eprint/23389 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
