Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Bonggol Pisang Kepok (Musa Balbisiana) Terhadap Staphylococcus Aureus

Yanitara, Ivena Salsabila (2018) Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Bonggol Pisang Kepok (Musa Balbisiana) Terhadap Staphylococcus Aureus. S1 thesis, Universitas Kristen Indonesia.

[img]
Preview
Text
Hal_Judul_Daftar_Isi_Daftar_Tabel_Daftar_Gambar_Abstrak.pdf

Download (476kB) | Preview
[img] Text
BAB_I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (220kB)
[img] Text
BAB_II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (358kB)
[img] Text
BAB_III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (345kB)
[img] Text
BAB_IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (273kB)
[img] Text
BAB_V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (215kB)
[img]
Preview
Text
Daftar_Pustaka.pdf

Download (345kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Lampiran.pdf

Download (752kB) | Preview

Abstract

Pisang kepok (Musa balbisiana) merupakan salah satu tanaman buah yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Pemanfaatan pisang kepok selama ini hanya terbatas pada buah dan daun pisang, sedangkan bagian pisang kepok yang lain seperti bonggol pisang sangat jarang dimanfaatkan dan bahkan sering menjadi limbah. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak bonggol pisang kepok terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan menentukan golongan senyawa fitokimia yang terdapat dalam ekstrak bonggol pisang kepok. Metode ekstraksi yang dilakukan adalah metode maserasi dengan menggunakan pelarut berupa etanol 90%, etanol 70% dan akuades. Analisis fitokimia yang dilakukan menggunakan metode Harbone dan uji aktivitas antibakteri dan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) menggunakan metode difusi agar dengan cakram disk. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol 90% memiliki aktivitas antibakteri yang lebih besar dibandingkan ekstrak etanol 70% dan akuades dengan zona hambat sebesar 9,3 mm. Nilai KHM ekstrak etanol 90% bonggol pisang kepok lebih besar dari ekstrak etanol 70% dan ekstrak akuades dengan nilai KHM sebesar 50 mg/ml. Semua ekstrak bonggol pisang kepok mengandung senyawa golongan flavanoid, tanin, saponin dan steroid sedangkan simplisia bonggol pisang kepok hanya mengandung saponin. Kata Kunci : Antibakteri, bonggol pisang kepok, fitokimia The kepok banana (Musa balbisiana) is one of many fruits cultivated in Indonesia. The use of kepok bananas have been limited to its fruits and leaves, other parts of kepok banana, like its tuber are not used very often, rather has been constantly made into waste. This research is done to understand the activity of the tuber of kepok banana extract towards Staphylococcus aureus and find the phytochemical compound within the tuber of the kepok banana. Extraction is done by maserisasi by using ethanol 90%, ethanol 70% and aquadest. Phytochemical analysis is by Harborne method and antibacterial activity test and the minimum inhibitory concentration (MIC) by diffusion with a cakram disk. The research showed that ethanol 90% extract has greater antibacterial activity than ethanol 70% extract and aquadest extracts with restriction zone of 9,3 mm. the minimum inhibitory concentration (MIC) of ethanol 90% of the tuber of kepok bananas is greater than the ethanol 70% and aquadest extracts with 50 mg/ml. Phytochemical analysis showed that all extracts contains Flavanoid, Tanin, Saponin, and steroid while simplisia of the tuber of kepok banana contains onely Saponin. Key Word : Antibacterial, tuber of kepok, phytochemical.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: SCIENCE > Botany
SCIENCE > Physiology > Experimental pharmacology
SCIENCE > Microbiology > Bacteria
Divisions: FAKULTAS KEDOKTERAN > Pendidikan Dokter
Depositing User: Ms Sari Mentari Simanjuntak
Date Deposited: 23 Jan 2020 07:20
Last Modified: 23 Jan 2020 07:20
URI: http://repository.uki.ac.id/id/eprint/1161

Actions (login required)

View Item View Item