Dukungan Vanuatu Terhadap Penentuan Nasib Sendiri Papua Barat Dalam Kajian Konstruktivisme

Bosawer, Chindy Agata (2021) Dukungan Vanuatu Terhadap Penentuan Nasib Sendiri Papua Barat Dalam Kajian Konstruktivisme. S1 thesis, Universitas Kristen Indonesia.

[img] Text (HalJudulDaftarIsiDaftarGambarDaftarTabelDaftarSingkatanDaftarLampiranAbstrak)
HalJudulDaftarIsiDaftarGambarDaftarTabelDaftarSingkatanDaftarLampiranAbstrak.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (926kB)
[img] Text (BABI)
BABI.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (1MB)
[img] Text (BABII)
BABII.pdf
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (1MB)
[img] Text (BABIII)
BABIII.pdf
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (1MB)
[img] Text (BABIV)
BABIV.pdf
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (293kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
DaftarPustaka.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (211kB)

Abstract

Skripsi ini bertujuan untuk mengeksplorasi dukungan Vanuatu terhadap penentuan nasib sendiri Papua Barat dalam kajian konstruktivisme. Penelitian ini dianggap penting karena mencoba mengungkapkan kepentingan di balik dukungan Vanuatu terhadap pembebasan Papua Barat. Kerangka pemikiran pada penelitian ini berangkat dengan pendekatan kontemporer yang dicetuskan oleh Alexander Wendt yang terdiri dari dua variabel yaitu identitas negara dan kepentingan nasional. Dalam penelitian ini menekankan pada metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Vanuatu memiliki kepentingan nasional dibalik dukungan yang diberikan kepada Papua Barat. Kepentingan nasional Vanuatu yang diwujudkan dalam bentuk pendekatan dengan menggunakan politik identitas sebagai motif untuk mendorong kepentingan nasional di balik kekuasaan yang dapat dicapai nanti. Dibuktikan dari penelusuran bahwa strategi yang dilakukan Vanuatu dalam upaya mendukung pembebasan Papua Barat dengan berbagai cara seperti memboikot delegasinya di Melanesian Spearhead Group (MSG) agar dapat bertemu dengan kelompok perwakilan kemerdekaan Papua Barat seperti kelompok Organisasi Papua Merdeka, kelompok Gereja dan kelompok pro kemerdekaan lainnya. Kemudian dengan upaya yang terus dilakukan secara masif oleh Vanuatu sejak Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-71 tahun 2016 sampai pada Sidang Umum PBB ke-75 tahun 2020. Selama lima tahun berturut-turut Sidang Umum PBB ini dimanfaatkan Vanuatu untuk mengangkat isu Hak Asasi Manusia dan merupakan agenda utama bagi Vanuatu untuk diperdebatkan dengan Indonesia./ This thesis aims to explore Vanuatu's support for West Papua's self-determination in contructivsm studies. This research is considered important because it tries to reveal the interests behind Vanuatu's support for the liberation of West Papua. The framework of thought in this research departs from the contemporary approach proposed by Alexander Wendt which consists of two variables, namely state identity and national interest. This study emphasizes descriptive qualitative methods using content analysis techniques. The results show that Vanuatu has a national interest behind the support given to West Papua. Vanuatu's national interest is manifested in the form of an approach using Identity politics as a motive to push the national interest behind the power that can be achieved later. It is proven from the investigation that Vanuatu's strategy in an effort to support the liberation of West Papua is in various ways, such as boycotting its delegation at the Melanesian Spearhead Group (MSG) in order to meet with representatives of West Papuan independence such as the Free Papua Movement, Church groups and other pro-independence groups. Then with the massive efforts that Vanuatu continues to make since the 71st United Nations General Assembly in 2016 until the 75th UN General Assembly in 2020. In the five-year period, the UN General Assembly used by Vanuatu to raise the issue of Human Rights and was the main agenda for Vanuatu to debate with Indonesia.

Item Type: Thesis (S1)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorSulaiman, YugiantieNIDN8857560018antie0912@gmail.com
Subjects: POLITICAL SCIENCE > International relations
Divisions: FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK > Ilmu Hubungan Internasional
Depositing User: Users 1217 not found.
Date Deposited: 06 Jan 2022 03:29
Last Modified: 06 Jan 2022 03:29
URI: http://repository.uki.ac.id/id/eprint/6104

Actions (login required)

View Item View Item