DAYA SAING (COMPETITIVENESS) MENDORONG PERTUMBUHAN EKONOMI SEBUAH NEGARA: STUDI KASUS NEGARA BERKEMBANG

Rajagukguk, Wilson (2016) DAYA SAING (COMPETITIVENESS) MENDORONG PERTUMBUHAN EKONOMI SEBUAH NEGARA: STUDI KASUS NEGARA BERKEMBANG. In: Proceeding Global Networking : Build Up Business Competitiveness. Universitas Kristen Maranatha, Bandung. ISBN 978 979 19940 5 7

[img]
Preview
Text
DAYA SAING (COMPETITIVENESS) MENDORONG PERTUMBUHAN EKONOMI SEBUAH NEGARA.pdf

Download (3MB) | Preview
[img]
Preview
Text (Peer Reviewer)
Peer Reviewer Daya Saing.pdf

Download (680kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Hasil Cek Turnitin)
DAYA SAING (COMPETITIVENESS) MENDORONG PERTUMBUHAN EKONOMI SEBUAH NEGARA_ STUDI KASUS NEGARA BERKEMBANG.pdf

Download (4MB) | Preview

Abstract

Perkembangan ekonomi regional dimulai di negara-negara Eropa pada tahun 1980-an. Eropa meninggalkan ekonomi regional Keynes sebagai akibat dari krisis pada tahun 1979-1982 dan mengarahkan perkembangan ekonomi pada politik regional dengan menstimulasi pertumbuhan ekonomi melalui inovasi. Mengapa beberapa negara bertumbuh lebih cepat dan mempunyai kinerja perdagangan lebih baik daripada negara lain? Kebijakan apa yang dapat dilakukan pemerintah untuk mengejar perbaikan dari kinerja relatif perekonomian (dan tentu saja kesejahteraan dari penduduk) mereka? Pertanyaan sejenis ini memotivasi sebuah perhatian pada daya saing (competitiveness) sebuah negara. Subjek daya saing didefinisikan melalui sebuah pendekatan multidisiplin dari teori ekonomi geografi baru (theories of new economic geography) dan ekonomi regional (regional economics). Dalam modelnya yang dinamai Diamond, Michael Porter (1990) menekankan bahwa konsentrasi geografis dari sebuah dunia usaha (business) mengilhami produktivitas, daya inovasi dan sektor ekspor. Fagerberg dkk (2004) mengkategorikan daya saing sebuah negara ke dalam empat indikator daya saing, yakni daya saing teknologi (technology competitiveness), daya saing kapasitas (capacity competitiveness), daya saing biaya (cost competitiveness), dan daya saing permintaan (demand competitiveness). Dalam penelitian ini, indikator komposit daya saing teknologi adalah input dan output ilmu pengetahuan dan teknologi. Indikator komposit dari daya saing kapasitas adalah modal manusia. Indikator daya saing biaya adalah infrastruktur informasi, komunikasi, dan teknologi. Indikator komposit daya saing permintaan adalah difusi dan aspek sosial (Indeks Korupsi). Data dalam penelitian ini bersumber dari World Development Indicator (WDI), OECD, Main Science and Technology Indicator (MSTI), Patent Database and STAN Indicator Data Base, UNCTAD Handbook of Statistics, UNESCO Institute for Statistics (UIS), ILO LABORSTAT Database, International Telecommunication Union (ITU), World Telecommunication Indicator, United Nations Commodity Trade Statistics Database (COMTRADE), and Transparency International Corruption Perception Index. Penelitian dilakukan untuk 163 negara berkembang pada periode 2003-2012. Metode analisis data adalah analisis regresi untuk data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya saing teknologi, kapasitas, biaya, dan permintaan secara statistik mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang.

Item Type: Book Section
Subjects: SOCIAL SCIENCES > Economic theory. Demography > Competition. Production. Wealth
Depositing User: Edi Wibowo
Date Deposited: 09 Jan 2019 04:40
Last Modified: 08 Feb 2019 06:36
URI: http://repository.uki.ac.id/id/eprint/533

Actions (login required)

View Item View Item