A Portrayal of Feudalism System and Oppression in Java in “The Girl from the Coast” by Pramoedya Ananta Toer

Klemen, Misske Siane Oktavina (2018) A Portrayal of Feudalism System and Oppression in Java in “The Girl from the Coast” by Pramoedya Ananta Toer. S1 thesis, Universitas Kristen Indonesia.

[img] Text (Hal_Judul_Abstrak_Daftar_Isi)
HalJudulAbstrakDaftarIsi.pdf

Download (25MB)
[img] Text (BAB_I)
BABI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (433kB)
[img] Text (BAB_II)
BABII.pdf
Restricted to Registered users only

Download (349kB)
[img] Text (BAB_III)
BABIII.pdf
Restricted to Registered users only

Download (361kB)
[img] Text (BAB_IV)
BABIV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (320kB)
[img] Text (Daftar_Pustaka)
DaftarPustaka.pdf

Download (207kB)
[img] Text (Lampiran)
Lampiran.pdf

Download (325kB)

Abstract

Klemen, Misske Siane Oktavina. 2018. “A Portrayal of Feudalism System and Oppressions in Java in “The Girl from The Coast” by Pramoedya Ananta Toer” Skripsi, Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Sastra, Universitas Kristen Indonesia. Pembimbing: Dr.rer.pol., Ied Veda R. Sitepu, SS., MA Keywords: javanese culture, javanese feodalism, patriarchal oppression, social class, pramoedya ananta toer, the girl from the coast. Novel “The Girl from the Coast” karya Pramoedya Ananta Toer bercerita mengenai seorang perempuan anak priyayi dari kampung nelayan yang dijadikan ‘istri percobaan’ oleh seorang bangsawan Jawa yang disebut Bendoro dari Rembang. Skripsi ini membahas 3 permasalahan yaitu, bagaimana budaya feodalisme di Jawa digambarkan melalui novel tersebut, The Girl sebagai simbol dari kaum marjinal dan Bendoro sebagai simbol dari kaum bangsawan; bagaimana tokoh utama dalam novel ini berjuang dari tekanan dan ketidakadilan akibat dari budaya patriaki; dan apa yang ingin disampaikan penulis novel melalui novel The Girl from The Coast? Berdasarkan analisa pada novel “The Girl from the Coast” ini dapat disimpulkan bahwa budaya feodalisme di Jawa menindas wanita, terutama mereka yang lahir dari kalangan rakyat biasa. Kaum priyayi harus patuh terhadap kaum ningrat. Tokoh utama, The Girl, dalam novel ini merefleksikan korban budaya patriaki, yaitu penindasan terhadap perempuan, seperti kawin paksa di usia yang masih belia oleh ayahnya, supaya keluarganya mendapatkan penghidupan yang lebih baik, padahal ia hanya dijadikan “istri percobaan” oleh kaum ningrat. Novel ini menjadi alat kritik sosial bagi Pramoedya untuk mengambarkan ketidakadilan dan pelakuan semena-mena terhadap perempuan dari kaum priyayi yang terjadi pada masyarakat Jawa anatara abad 19-20.

Item Type: Thesis (S1)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorSitepu, Ied Veda R.NIDN321036702UNSPECIFIED
Subjects: LANGUAGE AND LITERATURE
Divisions: FAKULTAS SASTRA > Sastra Inggris
Depositing User: Ms Mentari Simanjuntak
Date Deposited: 24 Nov 2020 06:53
Last Modified: 24 Nov 2020 06:53
URI: http://repository.uki.ac.id/id/eprint/2846

Actions (login required)

View Item View Item