SINTESIS PADUAN ALUMUNIUM (6061) DENGAN METALURGI SERBUK DAN PROSES T6 UNTUK BAHAN FIN ROKET

Budiarto, and Susilo, and Sanjaya, Ulung (2019) SINTESIS PADUAN ALUMUNIUM (6061) DENGAN METALURGI SERBUK DAN PROSES T6 UNTUK BAHAN FIN ROKET. [Teaching Resource] (Unpublished)

[img] Text
LAPORANAKHIRPENELITIANKELOMPOK.pdf

Download (2MB)
[img] Text
DokumenBidangB.pdf

Download (2MB)
[img] Text
SuratTugasBidangB.pdf

Download (553kB)

Abstract

SINTESIS PADUAN ALUMUNIUM (6061) DENGAN METALURGI SERBUK DAN PROSES T6 UNTUK BAHAN FIN ROKET. Akan dilakukan sintesis paduan alumunium (6061) dengan metalurgi serbuk dan perlakuan panas T6 serta analisis karakterisasinya untuk bahan fin (sayap) satelit. Fin berfungsi sebagai pengarah aliran udara dari ujung satelit menuju belakang. Oleh karena itu fin berfungsi membuat gerakan satelit lebih stabil, untuk itu diperlukan bahan yang kuat, ringan, tahan korosi, dan konduktifitas termal yang baik. Paduan Al-6061 dan perlakuan panas T6 dapat meningkatkan kualitas dari performa bahan konstruksi pada industri rekayasa satelit, kususnya bahan fin. Bahan serbuk alumunium, silikon, magnesium dengan kemurnian diatas 99% untuk pembuatan paduan Al-6961 menggunakan metode metalurgi serbuk. Diawali dengan penimbangan dengan timbangan analitik serbuk alumuniun, serbuk silikon, dan serbuk magnesium sesuai ratio perbandingan berat. Pencampuran ketiga serbuk dengan ball mill dengan kecepatan sekitar 3000 rpm. Memasukan campuran ketiga serbuk(Al, Si, Mg) tersebut pada dies silinder ukuran 10 mm dengan penimbangan berat ingot yang sama sekitar 10 gram per sampel. Pengompakan campuran ketiga serbuk tersebut dengan mesin pres 10-20 ton. Pemanasan sintering pada temperature 6000C selama l jam, kemudian didinginkan perlahan-lahan hingga temperatur kamar. Selanjutnya dilakukan proses T6 dimulai dengan pada solution heat treatmment pada temperatur 530°C. kemudian Quenching (celup cepat) pada temperatur ruang media udara. Serta proses artificial aging ( penuaan buatan) dengan variasi waktu penahanan 1jam, 24 jam, dan 30 jam, serta pada temperatur tetap 200°C. pada paduan Al 6061 menunjukkan bahwa proses T6 dapat mengakibatkan terjadinya rekristalisasi dan pertumbuhan butir, yang terbukti dengan naiknya regangan mikro kisi dan diameter kristalit dari fasa α-Al pada bidang indeks Miller (111), (200), (220), dan (311) waktu 24 jam, serta turunnya kerapatan dislokasi pada sampel paduan Al 6061. Nilai kekerasan menurun seiring dengan penambahan waktu penuaan. Hal ini disebabkan karena bergabungnya presipitat sebagai fase dua Mg2Si menjadi partikel berukuran yang lebih besar yang mengakibatkan penghalang pergerakan dislokasi menjadi semakin lemah, sehingga nilai kekerasan (sifat mekanik) menurun. Berubahnya bentuk butir setelah penuaan buatan ini akibat deformasi sehingga mengubah bentuk butiran bahan paduan Al 6061. Hal ini juga akan berdampak pada sifat mekanik yaitu kekerasan yang dihasilkan.

Item Type: Teaching Resource
Subjects: TECHNOLOGY > Electrical engineering. Electronics. Nuclear engineering
Depositing User: Edi Wibowo
Date Deposited: 04 Sep 2020 16:14
Last Modified: 04 Sep 2020 16:27
URI: http://repository.uki.ac.id/id/eprint/2587

Actions (login required)

View Item View Item