Penilaian Domain Pengkajian Paripurna Pasien Geriatri (P3G) sebagai Faktor yang Berpengaruh terhadap Kejadian Pneumonia Nosokomial pada Pasien Usia Lanjut yang Dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo

Victor, Hildebrand Hanoch and Wahyudi, Edy Rizal and Rumende, C. Martin and Soejono, C. H. and Rooshoeroe, A.G. and Shatri, Hamzah and Nainggolan, Leonard and Irawan, Cosphiadi (2023) Penilaian Domain Pengkajian Paripurna Pasien Geriatri (P3G) sebagai Faktor yang Berpengaruh terhadap Kejadian Pneumonia Nosokomial pada Pasien Usia Lanjut yang Dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo. Jurnal Penyakit Dalam Indonesia, 10 (1). pp. 120-24. ISSN 2549 0621

[img] Text
PenilaianDomainPengkajianParipurnaPasienGeriatriP3G.pdf

Download (762kB)
[img] Text (Hasil Turnitin)
HasilTurnitinPenilaianDomainPengkajianParipurnaPasienGeriatriP3G.pdf

Download (2MB)
Official URL: https://scholarhub.ui.ac.id/

Abstract

Introduction. Nosocomial pneumonia is a lung infection that occurs after the patient is hospitalized for more than 48 hours, without any signs of pulmonary infection at the time of treatment. When compared with young individuals, elderly individuals are more likely to have community-sourced and nosocomial infections with worse outcomes. Comprehensive Geriatric Assessment (CGA) domains are expected to explain the factors that contribute to nosocomial pneumonia in elderly patients. This study aimed to determine the proportion of elderly treated at Dr. Cipto Mangunkusumo National Central General Hospital who experienced nosocomial pneumonia and whether the CGA domains influence the occurrence of nosocomial pneumonia. Methods. A retrospective cohort study was conducted by analyzing the medical records of patients aged 60 years or older who were hospitalized in the medical ward of Geriatric Internal Medicine at Dr. Cipto Mangunkusomo National Central General Hospital in January – September 2019. We also collected secondary data from the geriatric division’s research. The sample consisted of inpatients aged ≥60 years who were hospitalized for more than 48 hours. Those who died within the first 48 hours of hospitalization and subjects with incomplete CGA domain data were excluded from the study. The criteria for nosocomial pneumonia used in this study followed the CDC’s pneumonia criteria for geriatric patients. Data processing was conducted using the application of Statistical Product and Service Solutions (SPSS) 16. Results. Of 228 subjects, the proportion of nosocomial pneumonia in elderly patients hospitalized was 31,14%. The mean age was 69 years with the subject’s age range between 60-89 years. Nutritional status (OR 2.226; CI95% 1.027-4.827) and functional status (OR 3.578; 95%CI 1.398-9.161) are factors that influence the incidence of nosocomial pneumonia in elderly patients who are hospitalized at Dr. Cipto Mangunkusumo National Central General Hospital. Conclusions. The proportion of elderly patients with nosocomial pneumonia was 31.14%. Nutritional status and functional status are factors that influence the incidence of nosocomial pneumonia in elderly patients who are hospitalized at Dr. Cipto Mangunkusumo National Central General Hospital. Keywords: Comprehensive geriatric assessment, elderly, nosocomial pneumonia / Pendahuluan. Pneumonia nosokomial adalah infeksi paru yang terjadi setelah pasien dirawat di rumah sakit setelah lebih dari 48 jam, tanpa adanya tanda dari infeksi paru pada saat perawatan. Jika dibandingkan dengan individu usia muda, pada individu usia lanjut lebih sering didapatkan adanya penyakit infeksi yang bersumber dari komunitas dan nosokomial dengan hasil akhir yang lebih buruk. Penilaian domain Pengkajian Paripurna Pasien Geriatri (P3G) diharapkan dapat menjelaskan faktor yang berperan terhadap pneumonia nosokomial pada pasien usia lanjut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui proporsi pasien usia lanjut yang dirawat di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo yang mengalami pneumonia nosokomial dan apakah domain P3G merupakan faktor yang berpengaruh terhadap kejadian pneumonia nosokomial. Metode. Kohort retrospektif dengan melihat rekam medis pasien usia ≥60 tahun yang menjalani rawat inap dalam rentang waktu Januari - September 2019 di ruang rawat medis Ilmu Penyakit Dalam Geriatri RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo dan mengambil data sekunder dari penelitian divisi geriatri. Sampel yang diambil adalah pasien yang dirawat inap dengan usia ≥60 tahun dengan masa perawatan lebih dari 48 jam. Subjek yang meninggal dalam perawatan 48 jam pertama dan subjek dengan data domain P3G yang tidak lengkap dieksklusi dari penelitian ini. Kriteria pneumonia nosokomial pada penelitian ini memakai kriteria pneumonia pada pasien geriatri berdasarkan CDC. Pengolahan data menggunakan aplikasi Statistical Product and Service Solutions (SPSS) 16.0. Hasil. Dari 228 subjek, proporsi pneumonia nosokomial pada pasien usia lanjut yang menjalani rawat inap adalah 31,14%. Rerata usia adalah 69 tahun dengan rentang usia subjek antara 60-89 tahun. Status nutrisi (OR 2,226; IK95% 1,027-4,827) dan status fungsional (OR 3,578; IK95% 1,398-9,161) merupakan faktor yang berpengaruh terhadap kejadian pneumonia nosokomial pada pasien usia lanjut yang menjalani rawat inap di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo. Kesimpulan. Proporsi pasien usia lanjut yang mengalami pneumonia nosokomial adalah 31,14%. Status nutrisi dan status fungsional merupakan faktor yang berpengaruh terhadap kejadian pneumonia nosokomial pada pasien usia lanjut yang dirawat di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo. Kata Kunci: Pengkajian paripurna pasien geriatri, pneumonia nosokomial, usia lanjut.

Item Type: Article
Subjects: MEDICINE
Depositing User: Mr Alexander Jeremia
Date Deposited: 12 May 2023 08:25
Last Modified: 12 May 2023 08:28
URI: http://repository.uki.ac.id/id/eprint/11219

Actions (login required)

View Item View Item