Pendidikan Pancasila sebagai Resolusi Mengatasi Hate Speech di Media Sosial dalam Pemilu Nasional 2019

Mali, Fransiskus X. Gian Tue (2018) Pendidikan Pancasila sebagai Resolusi Mengatasi Hate Speech di Media Sosial dalam Pemilu Nasional 2019. In: Prosiding Seminar Nasional & Call For Paper : Revitalisasi Indonesia Melalui Identitas Kemajemukan Berdasarkan Pancasila. UKI Press, Pusat Studi Lintas Agama dan Budaya UKI Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UKI Magister Pendidikan Agama Kristen UKI, pp. 115-136. ISBN 978 979 8148 96 5

[img]
Preview
Text
Fransiskus.pdf

Download (983kB) | Preview
[img] Text (Peer_Review)
REVIEWPendidikanPancasilaSebagaiResolusi.pdf

Download (2MB)

Abstract

Implikasi dari penerapan sistem pemerintahan demokrasi adalah diharuskan adanya kebebasan berbicara, dan dilaksanakannya proses perebutan kekuasaan secara sah melalui pemilu. Kedua prinsip ini membawa implikasi baru pasca pertemuannya dengan teknologi komunikasi berbasis internet yang telah menjadi media aspirasi publik yang baru dengan jaminan kerahasiannya, sifatnya yang sulit dikontrol, yaitu kemunculan perilaku hate speech (ujaran kebencian). Sehingga ujaran kebencian antar kelompok pendukung semakin mengemuka. Karya ilmiah ini dibuat dengan metode kajian pustaka, dengan pendekatan analisis deskriptif. Kesimpulannya, Pancasila dapat dipakai sebagai pedoman pendidikan politik dalam mengatasi ujaran kebencian di media sosial. Pancasila sebagai ideologi mengandung makna didalamnya sebagai cara pandang penganutnya terhadap dirinya sendiri, dan menjadi pedoman interaksi sosial. Nilai ketuhanan mengajarkan tentang pengakuan terhadap Tuhan sebagai entitas yang satu, berkuasa, dan juga adalah pencipta, sehingga manusia hanyalah entitas ciptaan yang memiliki kedudukan setara. Selain fungsinya sebagai legitimasi moral dan akhlak manusia. Sila kedua, mengandung makna keadilan dan perlakuan terhadap sesama dengan asas perikemanusiaan sehingga perilaku hate speech yang memperlakukan manusia lain sebagai entitas yang harus dihindari dapat ditekan dengan infiltrasi nilai sila kedua. Makna persatuan Indonesia, mengajarkan nilai integrasi nasional dalam berbagai aspek terutama dalam interaksi antar sesama manusia Indonesia melalui media sosial. Sehingga hate speech yang tujuannya menimbulkan disintegrasi dapat dibendung dengan pendidikan sila ketiga. Sila keempat, mengandung makna permusyawaratan berdasarkan sikap yang bijak dengan metode perwakilan dapat memunculkan kesepakatan umum yang bisa menjadi pedoman pencegahan tujuan permusuhan melalui hate speech. Sila ke lima mengandung aspek ketaatan hukum supaya melahirkan sikap yang adil. Kata Kunci : Pendidikan Pancasila, Mengatasi Hate Speech, Pemilu Nasional 2019

Item Type: Book Section
Subjects: POLITICAL SCIENCE > Local government. Municipal government > Elections. Local elections. Municipal elections
LANGUAGE AND LITERATURE > Philology. Linguistics > Communication. Mass media
Depositing User: Ms Sari Mentari Simanjuntak
Date Deposited: 23 Aug 2019 04:53
Last Modified: 02 Sep 2020 08:28
URI: http://repository.uki.ac.id/id/eprint/838

Actions (login required)

View Item View Item