Peran female peacekeepers sebagai bagian dari upaya menjalankan diplomasi preventif dalam misi peacekeeping PBB: Studi kasus female peacekeepers Indonesia 2014-2019

Simanjuntak, Chelsilya (2021) Peran female peacekeepers sebagai bagian dari upaya menjalankan diplomasi preventif dalam misi peacekeeping PBB: Studi kasus female peacekeepers Indonesia 2014-2019. S1 thesis, Universitas Kristen Indonesia.

[img] Text (Hal_Judul_Abstrak_Daftar_Isi_Daftar_Tabel_Daftar_Bagan_Daftar_Gambar_Daftar_Singkatan_Abstrak)
HalJudulAbstrakDaftarIsiDaftarabelDaftarBaganDaftarGambar
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (1MB)
[img] Text (BAB_I)
BABI
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (480kB)
[img] Text (BAB_II)
BABII
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (677kB)
[img] Text (BAB_III)
BABIII
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (620kB)
[img] Text (BAB_IV)
BABIV
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (200kB)
[img] Text (Daftar_Pustaka)
DaftarPustaka
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (456kB)

Abstract

Di berbagai negara yang melaksanakan misi pemeliharaan perdamaian, kekerasan berbasis gender dan kekerasan seksual di wilayah peacekeeping terjadi dalam jumlah yang memprihatinkan. Perempuan dan anak-anak merupakan korban terbanyak dalam suatu konflik di wilayah peacekeeping. Akibat dari konflik tersebut berdampak pada pengalaman traumatis yang dialami setiap individu. Guna mengatasi kekerasan berbasis gender ini diperlukan adanya gender mainstreaming, dengan memasukkan peran perempuan dalam misi pemeliharaan perdamaian. Dengan memasukkan peran perempuan, diyakini mampu memulihkan kepercayaan korban yang terkena dampak konflik pascakonflik. Adanya peran perempuan dalam misi peacekeeping juga mampu mencegah terjadinya eskalasi konflik. Negara yang turut berkontribusi dalam mengirimkan female peacekeepers adalah Indonesia. Dengan mengirimkan pasukan perempuan merupakan upaya Indonesia dalam mendukung kebijakan gender mainstreaming. Penelitian ini membahas bagaimana perempuan berpartisipasi dalam misi perdamaian PBB dengan menggunakan konsep diplomasi preventif. Diplomasi preventif adalah sebuah konsep yang digunakan untuk mencegah eskalasi konflik. Sehingga, pemerintah mengambil kebijakan guna meningkatkan peranan perempuan dalam misi perdamaian dengan memasukkan perspektif gender ke dalam kebijakan luar negeri Indonesia pada era Jokowi. Jenis penelitian ini adalah studi kasus yang bersumber pada data sekunder. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa di semua bidang pemeliharaan perdamaian, peran perempuan dalam menjaga perdamaian telah membuktikan bahwa mereka mampu melaksanakan peranan yang seimbang, dengan standar dan dalam situasi sulit yang sama. Maka dari itu, suatu kewajiban dalam operasional PBB untuk mempertahankan peran personel perdamaian perempuan dan melibatkan peran perempuan dalam setiap misi PBB./ In various countries carrying out peacekeeping missions, gender- based violence and sexual violence in the peacekeeping area occur in alarming numbers. Women and children are the most victims in a conflict in the peacekeeping area. The result of the conflict has an impact on the traumatic experiences experienced by each individual. In order to overcome this gender-based violence, it is necessary to have gender mainstreaming, by including the role of women in peacekeeping missions. By including the role of women, it is believed to be able to restore the confidence of victims affected by post-conflict conflict. The role of women in peacekeeping missions is also able to prevent conflict escalation. The country that has contributed to sending female peacekeepers is Indonesia. Sending female troops is Indonesia's effort to support gender mainstreaming policies. This study discusses how women play a role in the UN peacekeeping mission by using the concept of preventive diplomacy. Preventive diplomacy is a concept used to prevent the escalation of conflict. Thus, the government took a policy to increase the role of women in peacekeeping missions by incorporating a gender perspective into Indonesia's foreign policy during the Jokowi era. This type of research is a case study that is sourced from secondary data. The results of this study show that in all fields of peacekeeping, the role of women in maintaining peace has proven that they are capable to carry out a balanced role, with the same standards and in the same difficult situations. Therefore, it is an obligation in UN operations to maintain the role of female peacekeepers and involve the role of women in every UN mission

Item Type: Thesis (S1)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorHutabarat, Leonard FelixNIDN8821640017lfhutabarat@gmail.com
Additional Information: Nomor Panggil : TA 327.259 8 Sim p 2021
Subjects: POLITICAL SCIENCE
Divisions: FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK > Ilmu Hubungan Internasional
Depositing User: Users 1372 not found.
Date Deposited: 19 Apr 2022 05:03
Last Modified: 17 Oct 2022 07:21
URI: http://repository.uki.ac.id/id/eprint/7557

Actions (login required)

View Item View Item