Di Balik Fenomena Magnum: Suksesi Media Baru sebagai Media Pemasaran Masa Kini?

Tobing, Melati Mediana (2018) Di Balik Fenomena Magnum: Suksesi Media Baru sebagai Media Pemasaran Masa Kini? Technical Report. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Indonesia, Jakarta.

[img]
Preview
Text
Dibalik fenomena Magnum%2cSuksesi Media Baru dalam Pemasaran Masa Kini 2.pdf

Download (443kB) | Preview
Official URL: http://repo.uki.ac.id

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya kaum remaja maupun dewasa muda pengguna media aktif di Ibukota Jakarta, yang mengonsumsi es krim Walls Magnum. Perbincangan seputar es krim putih-berlapis coklat-bergagang kayu ini, terutama pada media jejaring sosial Twitter dan Facebook, serta diulas dalam berbagai blog pribadi di akhir tahun 2010 lalu memunculkan istilah “kalau belum makan Magnum ‘ga gaul”. Meledaknya minat kaum muda itu juga telah memicu kelangkaan produk Unilever tersebut di sejumlah outlet di Jakarta, sehingga memperkuat fenomena Magnum. Media jejaring sosial saat ini mulai mengambil alih fungsi media pemasaran konvensional, terlebih televisi (Moriarty, 2011:332). Banyak produsen di Indonesia saat ini yang memasarkan produknya dengan menggunakan media ini, karena lebih efisien dan efektif. Pertimbangan mereka disebabkan biaya operasional yang lebih murah, orientasi segmentasi khalayak yang lebih tepat, serta efek komunikasi yang dapat direspon secara langsung. Namun demikian, hasil penelitian terhadap 120 responden di Bintaro Plaza dan Grand Indonesia berusia 23-35 tahun, menjelaskan tingkat efektifitas iklan di media televisi memiliki nilai 62, 48 poin (kategori sedang mendekati tinggi) sedangkan di media online sebesar 58, 93 poin (kategori sedang). Penelitian ini menggunakan metode survey dengan teknik analisis Pearson Product moment melalui pendekatan teori Hierarki Efek dan acuan Iklan Kreatif (Madjadikara, 2005:48). Melalui penelitian khusus pada pengguna Twitter di Magnum Cafe-Grand Indonesia, hasilnya juga tidak jauh berbeda. Untuk penelitian ini pendekatan diarahkan pada teori Uses and Gratification, yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pengguna aktif media Twitter sehingga dapat menciptakan fenomena Magnum. Melalui survey terhadap 60 reponden yang berusia 16-23 tahun, diperoleh hasil penghitungan korelasi dari nilai koefisien r dalam uji korelasi yaitu 0.412 (kategori sedang), sehingga hasilnya dapat dikatakan bahwa efektifitas iklan di media jejaring sosial ternyata hanya mempunyai pengaruh cukup efektif dan positif terhadap penciptaan fenomena Magnum.

Item Type: Monograph (Technical Report)
Subjects: SOCIAL SCIENCES > Transportation and communications > Telecommunication industry. Telegraph > Radio and television broadcasting
Depositing User: Edi Wibowo
Date Deposited: 26 Nov 2018 04:00
Last Modified: 23 Jan 2019 04:33
URI: http://repository.uki.ac.id/id/eprint/418

Actions (login required)

View Item View Item