IMPLEMENTASI ASPEK GREEN BUILDING KONSERVASI AIR PADA POS LINTAS BATAS NEGARA (PLBN) SEI PANCANG DI KALIMANTAN UTARA

Hariyanto, Agung and Rilatupa, James and Marpaung, Charles OP (2020) IMPLEMENTASI ASPEK GREEN BUILDING KONSERVASI AIR PADA POS LINTAS BATAS NEGARA (PLBN) SEI PANCANG DI KALIMANTAN UTARA. SCALE, 8 (1). (Submitted)

[img] Text
Penelitian1.pdf

Download (1MB)
[img] Text (LoA)
LoAPenelitian1.pdf

Download (233kB)
[img] Text (SK)
SKBimbinganTesisAgungHariyanto.pdf

Download (1MB)

Abstract

Guna mewujudkan bangunan gedung hijau diperlukan pemenuhan persyaratan bangunan gedung yang fungsional, andal, dan sesuai dengan tata bangunan yang serasi dan selaras dengan lingkungannya sesuai dengan ketentuan Pasal 3 ayat (1) Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung. Permasalahan yang terjadi dengan bangunan gedung pos lintas batas negara (PLBN) Sei Pancang di Kalimantan Utara ini letaknya di wilayah terluar negara Indonesia yang lokasinya masih sulit untuk dijangkau, fasilitas penunjang baik kawasan dan bangunan sangat minim, penyediaan air bersih masih jauh dari kata layak sehingga dibutuhkan implementasi yang sesuai untuk mengetahuai seberapa optimal penerapan aspek konservasi air pada bangunan di wilayah terluar Indonesia. Proses analisa dengan menghitung persentase optimalisasi yang dilakukan terhadap modifikasi sistem pada desain bangunan awal. Proses pengolahan data ini mencocokan antara skematik standar yang ditentukan oleh Peraturan Mentri Pekerjaan Umum dan Green Building Concil Indonesia (GBCI) dengan skematik yang ada pada bangunan PLBN Sei Pancang. Selain itu proses penerapan komponen arsitektur pada contoh penerapan bangunan yang menggunakan konsep green building konservasi air karya arsitek Ken Yang berdasarkan pola pikir dan konsep perencanaan bangunannya diambil suatu kesimpulan utama terkait penerapan konservasi air pada bangunan dan hal ini coba diterapkan sebagai modifikasi pada bangunan PLBN untuk mengoptimalkan konsep bangunan hijau konservasi air dengan menghitung seberapa optimal atau tidaknya modifikasi yang dilakukan pada bangunan PLBN Sei Pancang. Berdasarkan hasil analisa yang dihasilkan modifikasi standar konservasi air pada daur ulang air dengan sistem bangunan PLBN Sei Pancang didapatkan pengurangan air bersih sebanyak 9% dari awalnya 13.35m3/hari menjadi 12.16m3/hari dapat dilihat pada table, modifikasi sistem sederhana yang dilakukan berdasarkan standar, Sedangkan pemanfaatan air hujan dengan sistem yang dimodifikasi memperluas area tangkapan air hujan yang pengaruhnya dari segi arsitektur adalah area fasad dan atap bangunan yang terinspirasi dari sisitem bangunan karya Ken Yang The Spire Edge Office Tower dan Solaris. Modifikasi tersebut dapat membuat optimalisasi dalam waktu pengisian bak penampungan air hujan 20m3 yang awalnya membutuhkan waktu 2.77 hari menjadi 2.16 hari atau lebih cepat 18.22%.

Item Type: Article
Subjects: FINE ARTS > Architecture
Depositing User: Edi Wibowo
Date Deposited: 04 Mar 2021 08:23
Last Modified: 04 Mar 2021 08:26
URI: http://repository.uki.ac.id/id/eprint/3951

Actions (login required)

View Item View Item