Rasionalitas Pemberian Antibiotik pada Pasien Rawat Inap Demam Tifoid di Rumah Sakit Umum Universitas Kristen Indonesia Periode Agustus 2016 – Agustus 2017

Lumbantobing, Romauli and Sinurat, Veronica Lusiana (2021) Rasionalitas Pemberian Antibiotik pada Pasien Rawat Inap Demam Tifoid di Rumah Sakit Umum Universitas Kristen Indonesia Periode Agustus 2016 – Agustus 2017. Project Report. Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia, Jakarta. (Unpublished)

[img] Text
RasionalitasPemberianAntibiotipadaPasienRawatInap.pdf

Download (426kB)

Abstract

Demam tifoid merupakan infeksi sistemik yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi dan Salmonella paratyphi, biasanya infeksi terjadi melalui masuknya makanan atau minuman yang telah terkontaminasi. Di Indonesia, terjadi peningkatan kasus-kasus karier (carrier) atau relaps dan resistensi terhadap obat-obat yang dipakai sehingga menyulitkan upaya pengobatan dan pencegahan. World Health Organization (WHO) memperkirakan bahwa lebih dari separuh dari seluruh obat di dunia diresepkan, diberikan dan dijual dengan cara yang tidak tepat dan separuh dari pasien menggunakan obat secara tidak rasional. Penggunaan obat yang tidak rasional dapat meningkatkan resistensi bakteri yang menyebabkan habisnya sumber obat-obatan dan bahaya kesehatan yang luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasionalitas penggunaan obat antibiotik pada pasien rawat inap demam tifoid di RSU UKI periode Agustus 2016 – Agustus 2017 ditinjau dari aspek tepat pemilihan obat, tepat dosis dan tepat frekuensi pemberian obat. Desain penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional, data yang diambil merupakan data sekunder yaitu dengan melihat rekam medik di RSU UKI. Data disajikan dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan pemilihan golongan antibiotik yang diberikan kepada 217 pasien demam tifoid, sebanyak 276 obat sudah rasional dan 7 obat tidak rasional. Berdasarkan dosis obat yang diberikan, sebanyak 267 obat sudah rasional dan 16 obat tidak rasional. Berdasarkan frekuensi pemberian obat, sebanyak 276 obat sudah rasional dan 7 obat tidak rasional.

Item Type: Monograph (Project Report)
Subjects: MEDICINE
Depositing User: Edi Wibowo
Date Deposited: 03 Mar 2021 13:40
Last Modified: 03 Mar 2021 13:40
URI: http://repository.uki.ac.id/id/eprint/3895

Actions (login required)

View Item View Item