Dominasi Budaya Patriarki dalam Novel “The Buddha in the Attic” karya Julie Otsuka

Saragih, Mike Wijaya (2016) Dominasi Budaya Patriarki dalam Novel “The Buddha in the Attic” karya Julie Otsuka. In: Prosiding Seminar Nasional: Sastra, Budaya, dan Perubahan Sosial. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Kristen Petra, Surabaya, pp. 377-383. ISBN 978 602 74163 6 9

[img]
Preview
Text (Prosiding Seminar Nasional: Sastra, Budaya, dan Perubahan Sosial)
Prosiding Seminar Nasional HISKI Surabaya.pdf

Download (959kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Reviewer)
Reviewer Seminar Sastra, Budaya, dan Perubahan Sosial.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://repo.uki.ac.id

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menemukan dan membuktikan adanya dominasi budaya patriarki di dalam novel “The Buddha in the Attic” karya Julie Otsuka. Budaya patriarki adalah suatu budaya yang menekankan dominasi kekuasaan laki-laki terhadap perempuan. Dalam novel ini, pengarang mendeskripsikan pengaruh dominasi patriarki yang terjadi dan sekaligus merambat luas melintasi batasan geografis, baik wilayah dunia bagian Timur (Jepang) maupun bagian Barat (Amerika). The Buddha in the Attic menceritakan kisah perjalanan dan kehidupan para wanita imigran Jepang yang berlayar ke Amerika pada awal 1900-an dengan tujuan untuk mencari kehidupan dan kesejahteraan yang lebih baik. Berawal dengan mengikuti sebuah tradisi “picture brides”, sebuah praktek perjodohan di awal abad ke dua puluh melalui sistem pertukaran foto, para wanita imigran Jepang diperhadapkan dengan kenyataan pahit kehidupan Amerika yang juga sarat dengan isu dominasi patriarki. Analisis penelitian ini akan menggunakan pendekatan feminisme gelombang kedua dengan mengangkat teori Sexual Politics dari seorang feminis radikal, Kate Millet, yang menekankan bahwa esensi dari politik adalah kuasa dan konsep yang paling mendasar dan menyebar dari sebuah kuasa di tengah masyarakat adalah kekuasaan laki-laki. Hasil dari penelitian ini adalah novel The Buddha in the Attic ini dengan jelas mendeskripsikan perempuan menjadi pihak yang dikuasai, sedangkan laki-laki menjadi pihak yang menguasai. Penelitian ini juga menemukan tiga bentuk dominasi patriarki terhadap perempuan, yakni: 1) kekuasaan yang terjadi dalam pembagian tugas (seksisme) antara suami dan istri terhadap kebutuhan sehari-hari, pekerjaan rumah, dan juga terhadap anak, 2) kekuasaan terhadap tubuh perempuan, yang menyangkut relasi suami-istri, suami-istri-pria lain, dan pria-wanita (istri orang lain). 3) kekuasaan dari sifat maskulin terhadap feminin sebagai wujud dari konstruksi gender oleh masyarakat.

Item Type: Book Section
Subjects: LANGUAGE AND LITERATURE > Romance
Depositing User: Edi Wibowo
Date Deposited: 19 Oct 2018 09:33
Last Modified: 19 Oct 2018 09:33
URI: http://repository.uki.ac.id/id/eprint/312

Actions (login required)

View Item View Item