Indrawan, Didi (2026) Optimalisasi Kualitas Fungsi Dan Ekologi Ruang Publik (Studi Kasus: Permukiman Padat Penduduk, Rw008 Dan Rw010, Kelurahan Utan Panjang, Kecamatan Kemayoran, Kota Jakarta Pusat). S2 thesis, Universitas Kristen Indonesia.
|
Text
HalJudulDaftarIsiDaftarTabelDaftarGambarDaftarLampiranAbstrak.pdf Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (2MB) |
|
|
Text
BABI.pdf Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (902kB) |
|
|
Text
BABII.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (2MB) |
|
|
Text
BABIII.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (1MB) |
|
|
Text
BABIV.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (4MB) |
|
|
Text
BABV.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (95kB) |
|
|
Text
DaftarPustaka.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (301kB) |
|
|
Text
Lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (1MB) |
Abstract
Ruang publik merupakan elemen penting dalam mendukung kualitas hidup masyarakat, khususnya di kawasan permukiman padat yang menghadapi keterbatasan lahan, tekanan lingkungan, serta kebutuhan sosial yang kompleks. Penelitian berjudul “Optimalisasi Kualitas Fungsi dan Ekologis Ruang Publik (Studi Kasus: RW008 dan RW010, Kelurahan Utan Panjang, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat)” berfokus pada analisis kondisi ruang publik yang ada, identifikasi permasalahan utama, serta perumusan strategi optimalisasi yang dapat meningkatkan fungsi sosial, ekologis, dan kualitas lingkungan secara berkelanjutan. Pendekatan penelitian menggunakan kombinasi metode kualitatif dan kuantitatif melalui survei lapangan, observasi langsung, wawancara mendalam, serta analisis spasial. Data primer diperoleh dari pengamatan fisik ruang publik, tingkat pemanfaatan oleh warga, serta aspek ekologis seperti vegetasi, kualitas udara, dan kenyamanan termal. Sementara itu, data sekunder bersumber dari dokumen perencanaan kota, laporan pemerintah daerah, serta literatur akademik mengenai ruang publik dan ekologi perkotaan. Analisis dilakukan dengan mengintegrasikan dimensi sosial, lingkungan, dan desain sehingga menghasilkan rekomendasi yang menyeluruh. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ruang publik di RW008 dan RW010 masih terbatas dari segi luas, distribusi, maupun kualitas fasilitas. Sebagian besar ruang hanya berfungsi sebagai area bermain anak, tempat berkumpul, dan jalur sirkulasi, namun belum sepenuhnya mendukung kebutuhan sosial yang lebih luas seperti interaksi lintas usia atau kegiatan ekonomi kecil. Dari sisi ekologis, ruang publik masih kekurangan vegetasi peneduh, belum memiliki sistem pengelolaan sampah yang memadai, serta kualitas udara relatif rendah akibat kepadatan bangunan dan aktivitas kendaraan. Kondisi ini berdampak pada menurunnya kenyamanan lingkungan serta berkurangnya daya dukung ekologis terhadap kesehatan warga. Strategi optimalisasi yang diusulkan meliputi: (1) peningkatan fungsi sosial melalui penyediaan fasilitas inklusif seperti area olahraga, ruang interaksi multigenerasi, dan wadah kreatif komunitas; (2) penguatan fungsi ekologis dengan penambahan vegetasi peneduh, penerapan taman vertikal, serta pengelolaan lingkungan berbasis partisipasi warga; (3) penerapan desain adaptif yang memanfaatkan ruang terbatas seperti jalur sirkulasi dan area residual menjadi ruang publik multifungsi; serta (4) pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan ruang publik agar keberlanjutan fungsi dan kualitas ekologis dapat terjaga. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa optimalisasi ruang publik di kawasan padat penduduk tidak hanya bergantung pada aspek fisik dan desain, tetapi juga pada keterlibatan aktif masyarakat serta integrasi fungsi sosial dan ekologis. Dengan strategi yang tepat, ruang publik di RW008 dan RW010 berpotensi menjadi katalisator peningkatan kualitas hidup, memperkuat kohesi sosial, serta mendukung keberlanjutan lingkungan perkotaan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi perencana kota, pemerintah daerah, maupun komunitas lokal dalam merancang ruang publik yang lebih inklusif, sehat, dan berkelanjutan./Public spaces play a crucial role in enhancing community well-being, particularly in densely populated residential areas where land scarcity, environmental pressures, and diverse social needs often intersect. This study, entitled “Optimization of Functional and Ecological Quality of Public Spaces (Case Study: RW008 and RW010, Utan Panjang Subdistrict, Kemayoran District, Central Jakarta)”, aims to examine the existing conditions of public spaces, identify key challenges, and propose optimization strategies that strengthen social functions, ecological performance, and environmental quality in a sustainable manner. The research employs a mixed-method approach, combining qualitative and quantitative techniques such as field surveys, direct observation, in-depth interviews, and spatial analysis. Primary data were collected through assessments of physical conditions, community utilization patterns, and ecological indicators including vegetation, air quality, and thermal comfort. Secondary data were obtained from urban planning documents, government reports, and academic literature on public space and urban ecology. The analysis integrates social, environmental, and design dimensions to generate comprehensive recommendations. Findings reveal that public spaces in RW008 and RW010 remain limited in terms of size, distribution, and facility quality. Most spaces function as children’s play areas, gathering points, and circulation paths, yet they do not fully accommodate broader social needs such as intergenerational interaction or small-scale economic activities. Ecologically, the spaces lack adequate shade vegetation, effective waste management systems, and exhibit reduced air quality due to building density and motorized traffic. These conditions diminish environmental comfort and weaken the ecological support capacity for residents’ health.
| Item Type: | Thesis (S2) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | TECHNOLOGY TECHNOLOGY > Building construction |
||||||||||||
| Depositing User: | Mr DIDI INDRAWAN | ||||||||||||
| Date Deposited: | 30 Jan 2026 09:08 | ||||||||||||
| Last Modified: | 30 Jan 2026 09:08 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uki.ac.id/id/eprint/21500 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
