Pardomuan, Hendry (2011) NERACA BEBAN PENDINGIN PADA GEDUNG FAKULTAS KEDOKTERAN UKI RUANG SERBAGUNA LANTAI 1. S1 thesis, Universitas Kristen Indonesia.
|
Text
HalJudul.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (521kB) |
|
|
Text
BABI.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (161kB) |
|
|
Text
BABII.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (2MB) |
|
|
Text
BABIII.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (249kB) |
|
|
Text
BABIV.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (81kB) |
|
|
Text
BABV.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (28kB) |
|
|
Text
Dafpus.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (32kB) |
|
|
Text
Lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (64kB) |
Abstract
Sistem Pengkondisian Udara merupakan proses pendinginan untuk memberikan rasa sejuk, kenyamanan, dan kualitas udara bagi orang yang berada di dalam suatu bangunan atau tempat yang dikondisikan. Di dalam menentukan sistem pengkondisian udara yang akan digunakan pada bangunan harus direncanakan dengan baik, diantaranya dengan menghitung beban pendinginan. Perhitungan beban pendinginan menjadi sedemikian penting karena merupakan dasar dalam menentukan ukuran yang sesuai bagi peralatan beban pendinginan, sistem pipa, dan saluran distribusi udara. Banyak faktor yang harus diperhatikan dalam menentukan beban pendinginan, diantaranya adalah orientasi gedung, karakteristik gedung, karakteristik penghuni ruangan, penggunaan gedung, alat listrik, penerangan atau alat elektronik, ventilasi dan infiltrasi. Faktor-faktor tersebut merupakan data yang digunakan dalam menghitung beban pendinginan. Jika data-data tersebut tidak terpenuhi maka dapat digunakan asumsi-asumsi standar yang umum. Dalam melakukan perhitungan beban pendinginan, terlebih dahulu menentukan beban puncak (peak load) sebagai beban terbesar yang terjadi pada bulan terpanas. Beban puncak merupakan beban luar pada jam-jam tertentu dalam satu hari. Untuk kota Jakarta bulan terpanas terjadi pada bulan September dan terjadinya penyimpanan panas ke dalam suatu bangunan adalah antara jam 10.00, 12.00, 14.00, 16.00, 18.00, dan 20.00. Dari hasil perhitungan yang dilakukan antara jam 11.00 dengan jam 17.00 pada ruang serbaguna ini, beban puncak terjadi pada jam 17.00, yaitu dengan menghitung perolehan kalor secara keseluruhan. Setelah hasil perhitungan beban pendingin diketahui, maka beban digunakan sebagai data-data untuk analisis psikrometri. Analisis psikrometri ini dilakukan untuk mengetahui proses termodinamika dari udara yang akan dikondisikan ke dalam ruangan dan digunakan untuk pemilihan mesin pendingin yang akan digunakan pada bangunan tersebut.
| Item Type: | Thesis (S1) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | TECHNOLOGY TECHNOLOGY > Mechanical engineering and machinery |
||||||||||||
| Depositing User: | Mr Faisal M | ||||||||||||
| Date Deposited: | 07 Jan 2026 02:21 | ||||||||||||
| Last Modified: | 07 Jan 2026 02:21 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uki.ac.id/id/eprint/21302 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
