KONTAMINASI CACING USUS TERHADAP SAYURAN PASAR TRADISIONAL DI DKI JAKARTA

SWISSANTO, NACITTA (2016) KONTAMINASI CACING USUS TERHADAP SAYURAN PASAR TRADISIONAL DI DKI JAKARTA. S1 thesis, Universitas Kristen Indonesia.

[img] Text (Abstrak)
Abstak.pdf

Download (574kB)
[img] Text (Bab I)
Bab I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (140kB)
[img] Text (Bab II)
Bab II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (556kB)
[img] Text (Bab III)
Bab III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (143kB)
[img] Text (Bab IV)
Bab IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (284kB)
[img] Text (Bab V)
Bab V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (123kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf

Download (257kB)
[img] Text (Lampiran)
Lampiran.pdf

Download (59kB)

Abstract

Abstrak Infeksi cacing usus yang ditularkan melalui tanah (CDMT) masih banyak ditemukan di Indonesia. Cacing tersebut menular melalui telur matang yang tertelan atau larva filariform menembus kulit. Jenis makanan yang memungkinkan terjadinya penularan adalah sayuran yang dikonsumsi dalam bentuk mentah atau lalapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi CDMT yang terdapat pada sayuran lalap berupa selada, kubis, kacang panjang, mentimun dan kemangi yang dijual di pasar tradisional di wilayah DKI Jakarta. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan laboratorik yang dilakukan di laboratorium parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia. Sampel diperoleh secara cluster sampling dengan menetapkan tiga pasar tradisional per wilayah. Identifikasi CDMT dilakukan dengan metode sedimentasi yang kemudian diperiksa secara mikroskopik. Pada penelitian ini, ditemukan kontaminasi CDMT sejumlah 35,7% dari 375 sampel sayuran dengan temuan terbanyak adalah cacing tambang sebesar 14,93%, diikuti oleh Ascaris lumbricoides sejumlah 13,6%, Trichuris trichiura 6,4% dan telur Fasciola sebesar 1,3%. Sayuran yang paling banyak terkontaminasi adalah selada, diikuti oleh kubis, kemangi, kacang panjang dan mentimun. Kata kunci: Kontaminasi, lalap, A. lumbricoides, T. trichiura, cacing tambang, pasar tradisional Abstract Soil transmitted helminthes infection is still commonly found in Indonesia. The infection occurs through swallowed infective egg or when filariform stage larva penetrates skin. Consuming raw vegetables or commonly known as lalap can cause soil transmitted helminthes infection. This research is aimed to identify soil transmitted helminthes contamination in raw vegetables such as lettuce, cabbage, long beans, cucumber and basil leaf which sold at traditional market in DKI Jakarta region. This descriptive study is done through laboratoric approach, took place at Medical Faculty of Universitas Kristen Indonesia Parasitology Lab. The samples are obtained through cluster sampling method from three markets per region. The identification is done with sedimentation technic and continued with microscopic examination. This study resulted 35,7% contamination out of 375 samples with the biggest result in hookworm (14,93%), followed by Ascaris lumbricoides (13,6%), Trichuris trichiura (6,4%), and Fasciola egg (1,3%) contamination. Vegetable with the most contamination is found in lettuce, followed by cabbage, basil leaf, long beans and cucumber. Keyword: Contamination, raw vegetables, A. lumbricoides, T. trichiura, hookworm, traditional market

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: MEDICINE
Divisions: FAKULTAS KEDOKTERAN > Pendidikan Dokter
Depositing User: Ms Ida Ratna Sari Sitompul
Date Deposited: 14 Sep 2018 09:06
Last Modified: 14 Sep 2018 09:06
URI: http://repository.uki.ac.id/id/eprint/163

Actions (login required)

View Item View Item