Model Grassroots Sebagai Dasar Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Kristen di Persekutuan Kristen SMA Negeri 13 Jakarta

Sitorus, Jimson and Rantung, Djoys Anneke and Naibaho, Lamhot (2023) Model Grassroots Sebagai Dasar Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Kristen di Persekutuan Kristen SMA Negeri 13 Jakarta. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 5 (1). pp. 4222-4230. ISSN 2685-936X

[img] Text
ModelGrassrootsSebagaiDasarPengembanganKurikulum.pdf

Download (333kB)
Official URL: http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php...

Abstract

Pendidikan Agama Kristen (PAK) merupakan mata pelajaran yang ditetapkan sebagai bagian dari upaya pembangunan bangsa melalui pendidikan. Di SMA Negeri 13 Jakarta, PAK terlaksana dalam dua program, yaitu intrakurikuler dan ekstrakurikuler. Secara intrakurikuler, mata pelajaran PAK dilaksanakan teratur di dalam kelas, sesuai dengan waktu pembelajaran, dan berpedoman pada kurikulum. Pada saat penelitian ini dilakukan, program intrakurikuler mata pelajaran ini memiliki dua pedoman yaitu Kurikulum 2013 pada kelas sebelas dan dua belas, sedangkan kelas sepuluh menggunakan Kurikulum Merdeka. Adapun pada program ekstrakurikuler, pelaksanaan PAK belum memiliki pedoman yang seharusnya dirumuskan secara rasional, memiliki tujuan, dan terdeskripsi. Artinya, program ini tidak terarah. Program ekstrakurikuler PAK di sekolah ini disebut Persekutuan Rohani Kristen 13 sebagai wadah pengembangan diri peserta didik dalam hal keagamaan. Oleh karena itu, peneliti berupaya melakukan sebuah pengembangan kurikulum berdasarkan model grassroots. Melalui penelitian literatur terhadap model pengembangan grassroots, guru PAK yang tergolong sebagai bagian dari akar rumput, menyusun pedoman atau pengembangan kurikulum sehingga dapat digunakan dalam pembinaan keagamaan atau program ektrakurikuler Persekutuan Rohani Kristen di SMA Negeri 13 Jakarta. Kata Kunci: Grassroots; Kurikulum; Pendidikan Agama Kristen. / Christian Religious Education (CRE) is a subject that is determined as part of the nation's development efforts through education. At SMA Negeri 13 Jakarta, CRE is implemented in two programs, namely intracurricular and extracurricular. Intracurricular, CRE subjects are carried out regularly in the classroom, according to the learning time, and are guided by the curriculum. At the time this research was conducted, the intracurricular program of this subject had two guidelines, namely the 2013 Curriculum for eleventh and twelfth graders, while the tenth grade used the Merdeka Curriculum. As for the extracurricular program, the implementation of CRE does not yet have a guideline that should be formulated rationally, has a purpose, and is described. That is, the program is not targeted. The CRE extracurricular program at this school is called the Christian Spiritual Fellowship 13 as a forum for students' self-development in religious matters. Therefore, researchers are trying to develop a curriculum based on the grassroots model. Through literature research on the grassroots development model, CRE teachers who are classified as part of the grassroots, develop guidelines or curriculum that can be used in religious development or extracurricular programs of the Christian Spiritual Fellowship at SMA Negeri 13 Jakarta. Keywords: Christian Religious Educatioan; Curriculum; Grassroots.

Item Type: Article
Subjects: EDUCATION
Depositing User: Mr Sahat Maruli Tua Sinaga
Date Deposited: 12 Jun 2023 04:30
Last Modified: 15 Jun 2023 09:43
URI: http://repository.uki.ac.id/id/eprint/11554

Actions (login required)

View Item View Item